Kasus 57: Gigi-Gigi Anterior Fraktur Post Trauma

Assallamualaikum….

Selamat pagiiii….

Alhamdulillah ketemu lagi kita… 🙂 Senang rasanya pagi ini bisa posting kasus lagi setelah 1 bulan lebih dari postingan terakhir…..

Terima kasih buat yang masih sering mampir di website ini untuk melihat kasus-kasus yang saya kerjakan, semoga ada manfaatnya….

Kegiatan saya selama bulan Juni-Juli ini cukup menyita waktu sehingga tidak sempat untuk update kasus di web ini… Setelah akhir bulan April 2018 saya tampil di Lombok, akhir Juni 2018 kemarin saya tampil di Salatiga… Perjalanan menuju Salatiga cukup menyenangkan karena tidak bisa direct flight sehingga saya mendarat di Semarang kemudian lanjut transportasi darat… Pada saat perjalanan lewat darat ini disuguhi pemandangan yang indah sepanjang jalan tolnya… lumayan menyegarkan mata 🙂

Ini beberapa momen pada saat acara di Salatiga…

Berfoto bersama panitia acara

Senang bisa tampil dengan guru saya drg. Bernard Iskandar, Sp.KG(K) dan juga prostodontis handal drg. Ifwandi (Guci), Sp.Pros

Bersama peserta HO…. terima kasih ya gaeees….

Kemudian seminggu setelah acara di Salatiga saya kembali berangkat keluar kota untuk mengisi acara di Sragen…

” Maafkan ya pasien2 ku.. dokternya sering diminta mengisi acara diluar kota, tapi ketika sudah kembali saya stand by terus kok 🙂 ”

Perjalanan menuju Sragen juga tidak bisa direct flight sehingga saya terbang menuju Solo dan menginap di kota ini.. Baru kemudia pada saat hari H dijemput panitia menuju Sragen…

Ini foto-foto selama acara di Sragen….

Sebagai narasumber bareng drg. Andi Wirahadikusumah, Sp.Pros

Suasana ketika hands on… Banyak pertanyaan bagus yang disampaikan para peserta… mantaaaab….

Berfoto bersama para peserta hands on…

Pengalaman yang seru banget selama di dua kota itu…. Terima kasih untuk PDGI Salatiga, PDGI Sragen, sponsor acara Voco Indonesia, Denjoy Indonesia, seluruh peserta seminar dan peserta hands on…. semuanya telah ikut menuliskan cerita indah dalam perjalanan hidup saya… sukes buat semuanya yaaaaa 🙂

Untuk bulan Agustus nanti saya dijadwalkan mengisi di acara seminar yang diadakan oleh PDGI Jakarta Selatan… daaaan alhamdulillah untuk seat hands on nya sudah sold out…

Terima kasih buat teman2 PDGI cabang yang masih memberikan kesempatan untuk saya berbagi di acara seminarnya….

….and now this is today case….

Sebelum masuk ke cerita kasus saya ucapkan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan banyak keindahan dalam hidup saya.. Terima kasih kepada orang tua saya yang telah membesarkan dan mendidik dengan penuh kasih sayang… Kepada istri dan anak-anak saya yang telah mendampingi dan memberikan support… Kemudian juga buat para staf pengajar di almamater saya yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat..

Kasus hari ini tentang gigi-gigi anterior yang fraktur karena kecelakaan lalu lintas. Pasien datang menceritakan kejadian yang dialaminya dan meminta saran bagaimana sebaiknya tindakan yang dilakukan pada giginya…

Kalimat yang saya ingat betul dari pasien adalah “Dok, tolong kembalikan senyum saya lagi.” ……..kalimat sederhana tapi membuat saya memikul tanggung jawab yang berat…

Setelah saya lakukan pemeriksaan klinis dan radiografis, saya sudah membayangkan kira2 rencana perawatan apa yang akan saya terapkan…

Begini kondisi klinis saat datang…

Foto klinis gigi-gigi anterior yang mengalami fraktur

dan ini foto ronsen nya…

Foto radiografis gigi 11 21 22 yang mengalami fraktur

Dari pemeriksaan radiografis lokasi fraktur menyerempet kamar pulpa pada ketiga gigi tersebut… Saya sampaikan kepada pasien bahwa ketiga gigi tersebut memerlukan perawatan saluran akar terlebih dahulu baru kemudian dilanjutkan dengan restorasi indirek… kenapa saya pilih restorasi indirek? Pertimbangannya adalah sisa struktur mahkota gigi yang ada bila hanya di “sambung” dengan restorasi direk dalam jangka panjang rentan mengalami kerusakan, yang kedua pemilihan warna akan lebih maksimal pada kasus ini…. Pasien setuju dengan rencan perawatan yang saya jelaskan…

Untuk kunjungan pertama ini saya rencanakan melakukan perawatan saluran akar langsung pada dua gigi central… Saya pasang rubber dam untuk mengisolasi daerah kerja

Gigi 11 21 setelah dipasang rubber dam

Akses kamar pulpa dilakukan pada kedua gigi, dan penjajakan saluran menggunakan K-file nomer 10.. Kemudian pengukuran panjang kerja menggunakan apex locator Root ZX mini (Morita).. Preparasi saluran akar pada gigi insisiv tidak memerlukan waktu lama karena saluran akarnya yang sudah lebar, sehingga waktu yang terpakai lebih banyak untuk aktivasi irigasi, pada kasus ini saya menggunakan larutan irigasi NaOCl 5,25% dan diaktivasi menggunakan alat sonik waterpik dengan tip endoactivator….

Kondisi gigi setelah selesai cleaning and shaping

Kemudian dilakukan pengepasan guttap dan difoto ronsen….

Foto radiografis trial guttap

Dari ronsen terlihat guttap sudah pas dan langsung hari itu juga saya lakukan pengisian saluran akar kemudia pasien pulang…. Pada saat selesai pengisian tidak saya lakukan ronsen lagi karena saya merencanakan ronsen evaluasi pengisiannya sekalian foto ronsen saat pengepasan guttap pada gigi 22 saja biar efektif…

……Kunjungan berikutnya…..

Pasien datang kembali dan mengatakan tidak ada keluhan yang berarti saat selesai perawatan… ok alhamdulillah… berarti hari ini bisa dilanjutkan untuk melakukan perawatan di  gigi 22…

Prosedur sama seperti kemarin memasangkan rubber dam dahulu untuk isolasi daerah kerja, kemudian melakukan akses ke kamar pulpa… Penjajakan awal saluran akar menggunakan K-file nomer 10, dan panjang kerja diukur menggunakan apex locator… Irigasi dan aktivasi masih menggunakan metode yang sama juga… Setelah prosedur cleaning and shaping selesai dilakukan pengepasan guttap dan difoto ronsen…

Foto radiografis trial guttap gigi 22

Nah dari foto ronsen ini juga saya melakukan evaluasi hasil pengisian pada gigi 11 21 nya… alhamdulillah pengisian yang kemarin terlihat sepanjang kerja dan padat serta rapat… Pada gigi 22 nya pun pengepasan guttap terlihat sudah sepanjang kerja…

Foto klinis gigi 22 selesai cleaning and shaping

Pengisian dilakukan hari itu juga, kembali dilakukan foto ronsen setelahnya..

Foto radiografis selesai perawatan saluran akar pada semua gigi

Semua akses pada saat perawatan saluran akar ditutup dengan resin komposit, setelah itu gigi pasien dicetak untuk keperluan pembuatan wax up… Setelah dicetak pasien pulang…

Wax up ini merupakan proses yang penting bila kita berhadapan dengan kasus yang kondisi giginya tidak utuh, dari sanalah nanti kita mendapatkan visualisasi perkiraan hasil akhir perawatan…  Wax up bisa dilakukan sendiri bila kita mempunyai alat dan bahan yang diperlukan atau bisa dikirimkan ke lab… Tapi saya mempunyai istri yang juga seorang prostodontis jadi saya minta tolong dia untuk melakukan wax up hehehe :p

Hasil wax up dan pada insert terlihat hasil cetak untuk silicone index

Model yang sudah diwax up kemudian saya cetak dengan putty double impression yang nanti cetakan tersebut dijadikan sebagai silicone index pembuatan mahkota sementara…

….Kunjungan ketiga……

Pasien datang kembali untuk melanjutkan perawatannya, masih sama seperti kemarin tidak ada keluhan setelah perawatan saluran akar…

Saya lakukan pencocokan warna gigi pasien dengan shade guide dan meminta pasien juga memcocokan warna di giginya sehingga dicapai kesepakatan untuk menentukan warnanya..

Kemudian preparasi pembuatan crown dimulai… Saya menggunakan bur silindris diameter kecil dengan ujung round sehingga untuk membentuk tepi preparasi menjadi chamfer akan lebih mudah… Selesai preparasi dilanjutkan dengan pemolesan hasil preparasi agar halus dan tidak mengganggu saat pencetakan.. Kemudian dipasangkan retraction cord nomer 00.

ini hasil preparasi gigi-giginya…

Hasil preparasi tampak depan

Hasil preparasi tampak oklusal

Setelah dilakukan pencetakan dengan bahan polyvinyl siloxane kemudian dibuatkan mahkota sementara menggunakan silicone index yang sudah disiapkan menggunakan bahan self cure komposite…. Tapi sayang tidak sempat foto pada saat mahkota tiruannya terpasang 😦

….2 minggu kemudian…..

Crown dari lab sudah jadi dan ketika saya coba cocokkan dengan shade guide hasilnya sangat memuaskan… Baik warna dan bentuk sesuai ekspektasi…..

Shade crown sesuai dengan warna shade guide yang kita pilih

Ketika dilakukan try in pada pasien pun tidak ada kendala… perfect fit…

Sementasi menggunakan semen resin Relyx Ultimate (3M) dan bonding Scotchbond Universal (3M) dilakukan isolasi maksimal daerah sekeliling gigi pada sementasi tersebut…

Begini hasil akhir setelah sementasi crown…

Foto klinis setelah pemasangan crown

Alhamdulillah pasien nya senang sekali…. dia puas dan saya pun senang karena dapat memenuhi keinginan pasien…..

Oo iya tidak lupa juga dilakukan foto ronsen setelah pemasangan crown…

Foto radiografis akhir

Dari foto ronsen terlihat gambaran yang “indah” dari mulai pengisian saluran akar yang rapat dan padat serta gambaran sementasi mahkota yang terlihat homogen….

Dalam melakukan perawatan pada kasus dengan melibatkan faktor estetik perlu dibuatkan perencanaan terlebih dahulu sehingga kita bisa memprediksi hasil akhir dan kesulitan yang mungkin timbul pada saat pengerjaannya…

Nah ini resume foto before dan after perawatannya…

Lakukan komunikasi yang produktif dengan pasien untuk menyamakan presepsi terhadap kasus yang dihadapi sehingga tujuan perawatan dapat tercapai….

Sampai disini cerita kasus hari ini, semoga terus bisa ketemu di kasus berikutnya… 🙂

Buat pasien2 yang ingin konsul ke saya atau buat teman2 sejawat yang ingin mengkonsulkan pasien, atau yang mau datang ngobrol2, saya bisa ditemui disini….

atau bisa dilihat langsung klik disini.

Teman2 yang belum bergabung di Run ForwaRd ayo lekas bergabung, tapi hanya khusus buat dokter gigi dan yang bergerak di bidang usaha kedokteran gigi aja ya 🙂 … Sudah ada 3700 an member lho, silahkan langsung  klik link berikut

Follow instagram saya @rintoabimanyu untuk update kasus2 baru dan jadwal sharing  😉

Wassallamualaikum….

Advertisements
Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kasus 56: Perawatan Saluran Akar Gigi 23 24 Satu Kunjungan

Assallamualaikum….

Selamat pagiiii….

Alhamdulillah bisa posting kasus baru nih….. Apa kabar semua ? Gimana puasanya ? Semoga semuanya tetap sehat dan bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar ya…. 🙂

Pada bulan April kemarin saya ada jadwal sharing di Lombok dan alhamdulillah acaranya berlangsung lancaaar…. Ini dia beberapa momen ketika di Lombok….

Ketika baru tiba langsung diajak jalan2 sama panitia.. terima kasih drg. Wawan , drg. Mumu, drg. Vanny

Saat sharing di ruang utama

Menerima kenang-kenangan dari panitia

Foto bareng semua pemateri di seminar Lombok, ada drg. Furqan, drg. Rio dan drg. Samdharu

Selesai seminar hari pertama, malamnya diajak panitia makan malam di pinggir pantai…. nikmaaaat…..

dan….. di hari kedua diajak makan malam oleh drg. Samdharu di Qunci Resort…. Makasih ya mas Sam dan mbak Farida….

Ini ada link video sekilas kegiatas seminar saya yang di upload oleh Voco Indonesia

Seruuu banget…. Pengalaman jalan2 ke setiap daerah selalu mempunyai cerita tersendiri yang akan selalu saya ingat…. Terima kasih untuk PDGI Mataram, panitia acara, sponsor Voco Indonesia, drg. Samdharu dan drg. Farida, serta seluruh peserta yang sudah hadir…. 🙂

Ooo iya di bulan April juga saya berkesempatan mengikuti seminar dan hands on endodontik dari Dr. Moh’d Hammo yang diadakan oleh Revoden Dental…. Ini juga pengalaman luar biasa karena sangat membuka wawasan mengenai perawatan saluran akar….

Foto bareng Dr. Hammo…

Kami juga diundang untuk makan malam bersama Dr. Hammo, terima kasih untuk Pak James dari Revoden Dental

Ok itu tadi kegiatan saya selama bulan April kemarin….

Yuk sekarang kita masuk ke kasus hari ini….

Sebelum masuk ke cerita kasus saya ucapkan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan banyak keindahan dalam hidup saya.. Terima kasih kepada orang tua saya yang telah membesarkan dan mendidik dengan penuh kasih sayang… Kepada istri dan anak-anak saya yang telah mendampingi dan memberikan support… Kemudian juga buat para staf pengajar di almamater saya yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat..

Kasus hari ini ceritanya datang seorang pasien wanita usia sekitar 50 an mengeluhkan gigi2 atas kirinya sering terselip makanan dan terkadang terasa senut-senut…

Pada pemeriksaan intra oral terlihat gigi 23 dan 24 mengalami karies dan cukup banyak sisa makanan terjebak disana…

Kondisi klinis saat awal datang

Pemeriksaan respon dingin pun menunjukkan hasil negatif, untuk menambah data dalam penegakan diagnosis maka dilakukan pengambilan ronsen pada gigi2 tersebut

Foto radiografis gigi 23 24

 

Terlihat dari ronsen tersebut karies pada gigi 23 24 sudah mencapai pulpa… dari informasi pemeriksaan klinis dan ronsen maka didiagnosis gigi tersebut nekrosis.. Saya jelaskan kepada pasien mengenai kondisi gigi2 nya dan rencana perawatan yang akan saya lakukan…

Let’s the battle begin…..

Pertama saya lakukan anestesi infiltrasi dan kemudian memasang rubber dam untuk isolasi daerah kerja, dilanjutkan pembersihan karies dan pembukaan kamar pulpa.. Pada kasus ini pengerjaan dilakukan langsung pada dua gigi…

Setelah akses ke kamar pulpa didapat, lalur dirapihkan agar arah masuk file dapat lurus, maka selanjutnya adalah proses cleaning and shaping… Panjang kerja diukur menggunakan apex locator Root ZX mini (Morita) dan preparasi saluran akar menggunakan i3 Gold (Denjoy)… Irigasi memakai larutan NaOCl 5,25% dan diaktivasi menggunakan waterpik dan tip endoactivator…

Kondisi kavitas setelah selesai cleaning and shaping

 

Setelah proses cleaning and shaping dilakukan trial gutta percha untuk melihat apakah kon utama yang akan kita gunakan pas dengan saluran akarnya…

Foto klinis saat trial guttap

Foto radiografis trial guttap

Setelah melihat hasil ronsen trial guttap maka pengisian siap dilakukan… Untuk pengisian saluran akar saya memakai tehnik warm vertival condensation memakai alat Element Obturation Unit (SybronEndo) dan siler AH plus (Dentsply)…

Kondisi klinis setelah pengisian

Setalah pengisian usahakan kamar pulpa dibersihkan dari sisa2 siler dan kotoran2 agar bahan adhesive yang kita pakai untuk restorasi dapat melekat maksimal.. Untuk basis saya menggunakan X-tra Base (Voco) kemudian diatasnya memakai komposit Z 350 XT (3M)…

Setelah itu dilakukan pengambilan ronsen kembali…

Foto radiografis akhir perawatan

Alhamdulillah perawatan ini tidak ada kendala dan bisa diselesaikan dalam satu kali kunjungan langsung dua gigi… Ronsen sangat penting dalam prosedur perawatan saluran akar, jadi pesan saya adalah “No Xray, No Endo” 🙂

Buat pasien2 yang ingin konsul ke saya atau buat teman2 sejawat yang ingin mengkonsulkan pasien, atau yang mau datang ngobrol2, saya bisa ditemui disini….

atau bisa dilihat langsung klik disini.

Teman2 yang belum bergabung di Run ForwaRd ayo lekas bergabung, tapi hanya khusus buat dokter gigi dan yang bergerak di bidang usaha kedokteran gigi aja ya 🙂 … Sudah ada 3700 an member lho, silahkan langsung  klik link berikut

Follow instagram saya @rintoabimanyu untuk update kasus2 baru dan jadwal sharing  😉

Sampai disini cerita kasus hari ini, semoga terus bisa ketemu di kasus berikutnya… 🙂

Wassallamualaikum….

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kasus 55: One Visit Endo Resto Gigi 22

Assallamualaikum….

Selamat pagiiii….

Apa kabar semuanya ? Alhamdulillah bisa posting kasus lagi…

Terima kasih ya buat yang sudah mampir ke website saya… 🙂

Alhamdulillah jadwal sharing di bulan Maret dan April telah terlaksana dengan lancar…

Pertama tanggal 25 Maret 2018 saya tampil di acara Seminar dan Kursus Kedokteran Gigi Berkelanjutan (SKKGB) VII di Hotel Harris Summarecon yang diadakan oleh PDGI Kota Bekasi.. Acaranya seru, pesertanya juga aktif dan suasananya pecaaah 🙂 ….. Terima kasih untuk PDGI Kota Bekasi, panitia acara, sponsor Voco Indonesia, seluruh peserta…

Suasana saat seminar di ruang utama

Suasana saat hands on berlangsung

Peserta serius mencoba tehnik penambalan

Terima kasih buat seluruh peserta yang sudah hadir…

Kemudian di tanggal 5-8 April saya tampil di Hotel Clarion Makassar dalam acara Temu Ilmiah Internasional Kedokteran Gigi yang diadakan oleh Universitas Hasanuddin… Alhamdulillah terima kasih atas kesempatan yang diberikan… Ini menjadi pengalaman yang luar biasa, senang sekali karena ini pertama kali saya datang ke Makassar… Terima kasih untuk Universitas Hasanuddin, PDGI Makassar, panitia acara, sponsor Denjoy Indonesia, dan seluruh peserta yang sudah hadir…..

Suasana saat di ruang hands on

Saat mencontohkan cara melakukan tehnik perawatan

satu.. dua.. tiga… cekrek.. heheheh

Sekali lagi terima kasih, benar-benar pengalaman yang tidak akan terlupakan… kalian semua ajiiibjebreeet….. 😀

Ok sebelum… masuk ke cerita kasus saya ucapkan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan banyak keindahan dalam hidup saya.. Terima kasih kepada orang tua saya yang telah membesarkan dan mendidik dengan penuh kasih sayang… Kepada istri dan anak-anak saya yang telah mendampingi dan memberikan support… Kemudian juga buat para staf pengajar di almamater saya yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat..

Let’s get started……

Jadi ceritanya gini, saya kedatangan pasien lama, dia menceritakan kalau gigi depannya patah setelah makan sesuatu yang keras.

“Dok, aduuh gigi saya patah nih udah seminggu yang lalu… mana gigi depan lagi dok…”

” Habis gigit apa bu?”

“Kemaren kayaknya pas gigit kerupuk dok, kena bagian kerupuk yang keras ”

“Ok saya liat dulu ya… silahkan duduk disini bu ”

Setelah pasien duduk di dental unit saya lakukan pemeriksaan klinis dari gigi yang dikeluhkan…

Kondisi gigi 22 saat datang

Foto dari arah oklusal

Saya lihat pada gigi 22 terjadi kavitas cukup luas dan dari arah oklusal terlihat seperti pulpa sudah terekspos… Untuk lebih meyakinkan akan kondisi gigi tersebut saya lakukan pengambilan foto ronsen

Foto radiografis gigi 22 (taken by Vatech EZ Sensor)

Nah dari keadaan klinis dan juga ronsen disimpulkan bahwa kondisi kavitas sudah mengenai kamar pulpa, tetapi pasien tidak merasakan nyeri atau ngilu? Hal ini bisa saja gigi tersebut sudah ada karies besar sejak lama dan gigi sudah menjadi nekrosis, sehingga ketika menggigit kerupuk yang keras gigi itu patah dan pasien tidak merasakan ngilu sama sekali…. Saya sampaikan apa-apa saja yang saya temukan dan menjelaskan rencana perawatan yang akan dilakukan pada gigi itu….

Perawatan dimulai……

Daerah kerja saya isolasi dengan rubberdam, untuk kasus ini saya melakukan multiple teeth isolation karena diakhir perawatan saya akan melakukan restorasi di gigi 22 itu dan agar hasilnya senatural mungkin saya perlu melihat gigi-gigi sebelahnya….

Akses ke kamar pulpa dilakukan dengan bur carbide bulat long shank, dan benar memang pasien tidak merasakan apa2 ketika dilakukan akses tersebut… Jaringan karies disekitarnya dibersihkan juga…..

Kondisi setalah dilakukan akses ke kamar pulpa

Cleaning and shaping saluran akar memakai i3 Gold rotary (Denjoy), irigasi dengan NaOCl 5,25% dan diaktivasi menggunakan Irri Safe (Acteon Satelec)… Setelah dilakukan beberapa kali irigasi dan aktivasi maka saluran akar siap untuk diobturasi… Tetapi sebelumnya dilakukan ronsen untuk fitting guttap percha…

Foto radiografis trial guttap (taken by Vatech EZ Sensor)

Pengisian saluran akar memakai tehnik downpack dan backfill menggunakan alat Free Fill (Denjoy)…

Kondisi setelah dilakukan pengisian

Setelah kavitas dibersihkan dari sisa siler, lalu diberikan coronal seal memakai low shringkage flowable composite dan gigi siap direstorasi…

Langkah awal tentu seluruh permukaan yang akan ditambal dietsa dan dibonding… Kemudian dibuatkan palatal shell yang outlinenya sudah diusahkan menyerupai outline gigi saat selesai restorasi, kalau tidak memungkinkan bisa nanti dibentuk pada saat finishing….

Pembuatan palatal shell

Dilanjutkan dengan mengisi bagian tengah menggunakan komposit yang opasitasnya cukup tinggi agar dapat menutup bayangan dari arah rongga mulut, lalu ditambahkan komposite yang sedikit kurang opasitasnya untuk lapisan berikutnya…

Setelah peletakan lapisan dentin, dan menyisakan 0,5 mm untuk lapisan email

Setelah lapisan email selesai diaplikasikan kemudian lanjut melakukan finishing dan polishing… Tahap awal menggunakan pemoles bentuk disc dengan tingkat kekasaran medium coarse untuk merapihkan outline serta permukaan labial, dilanjutkan dengan pembuatan tekstur permukaan, lalu pemolesan akhir dengan pemoles berbentuk serrated wheel…

Setelah selesai restorasi

Foto radiografis akhir perawatan (taken by Vatech EZ Sensor)

Alhamdulillah semua tahap perawatan bisa diselesaikan dalam 1 kali kunjungan.. dalam waktu… mmm…. 2,5 jam hehehehe, pasien senang saya juga senang hehehe 😀

Dalam setiap perawatan saya selalu berdoa agar dihindarkan dari kejadian yang tidak diharapkan, dan juga agar dapat memenuhi ekspetasi setiap pasien…

Ooo iya ada satu info lagi nih yang saya mau sampaikan..

Yuk teman2 yang mau cari suasana lain dalam mengikuti seminar, bisa ikutan nih seminar yang diadakan oleh PDGI Mataram… ada paket wisatanya lho… 🙂

Sampai disini cerita kasus hari ini, semoga terus bisa ketemu di kasus berikutnya… 🙂

Buat pasien2 yang ingin konsul ke saya atau buat teman2 sejawat yang ingin mengkonsulkan pasien, atau yang mau datang ngobrol2, saya bisa ditemui disini….

atau bisa dilihat langsung klik disini.

Teman2 yang belum bergabung di Run ForwaRd ayo lekas bergabung, tapi hanya khusus buat dokter gigi dan yang bergerak di bidang usaha kedokteran gigi aja ya 🙂 … Sudah ada 3672 an member lho, silahkan langsung  klik link berikut

Add Facebook saya dan follow instagram saya juga untuk update kasus2 baru dan jadwal sharing saya 😉

Wassallamualaikum….

 

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kasus 54: PSA pada Gigi Open Apex

Assallamualaikum….

Selamat pagiiii….

Apa kabar semuanya ? wow sudah 3 bulan ya gaaeess dari update terakhir… wuuuah senangnya bisa posting lagi 🙂

Saya ucapkan terima kasih dulu nih buat yang sudah mampir ke website saya…

Nah kenapa saya baru posting lagi? karena memang pada Januari-Februari ini saya ada beberapa jadwal tampil dan juga sedang padat jadwal prakteknya… Kebetulan baru sempatnya sekarang… Tapi gak papa mudah-mudahan teman2 masih inget untuk mampir di website ini… makasih yaaa… 🙂

Jadi pada tanggal 13-14 Januari 2018 saya diundang untuk tampil di acara Koetaradja Dental Series II di Banda Aceh, saya sangat senang sekali karena ini adalah pertama kalinya saya bisa pergi kesana… Pemandangannya indah, suasana kotanya nyaman, pantainya bagus2, makanannya enak2, orangnya ramah2… wah pokoknya sebuah pengalaman yang tak terlupakan…. Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk PDGI Banda Aceh, Panitia Acara (dokter gigi muda dan adik2 koas FKG Unsyiah yang sangat profesional), Voco Indonesia, dan seluruh peserta yang sudah hadir…

Ini sedikit foto2 saat di Banda Aceh… (kalo diposting semua bisa gak muat hehehe)

Suasana ruang utama tempat seminar berlangsung

Suasana saat hands on

Berfoto dengan pembicara lain

Alhamdulillah sempat sholat jumat di Mesjid Raya Baiturahman Banda Aceh bersama para pembicara yang mengisi acara seminar ini

Sempat mampir juga di RSGM FKG Unsyiah

Diajak makan seafood oleh Dr. drg. Cut Soraya, Sp.KG (Dekan FKG Unsyiah)… terima kasih ya dok….

Kemudian di bulan Februari tanggal 9 dan 10 saya diundang untuk mengisi seminar yang juga bertepatan dengan RUA PDGI Medan… Disini saya juga mendapatkan pengalaman yang seru karena berkenalan dengan banyak dokter2 gigi yang sangat semangat mengimprove diri… dan tentu juga mencicipi beberapa kuliner yang wajib dicoba saat ke Medan… Terima kasih untuk PDGI Medan, Panitia Acara, 3M Indonesia (Mas bram, Andre, drg. Rifqie), para peserta yang sudah hadir, dan juga spesial thanks untuk drg. Taufik Adrian dan drg. Gary Wijaya yang sudah menemani selama disana…

Sedikit foto2 nya lagi nih……

Saat sesi tanya jawab selesai seminar

Suasana saat hands on

Sedang mencontohkan melakukan restorasi

Berfoto bersama seluruh peserta hands on… terima kasih ya… kalian ajiibjebreet….

Tampil di acara-acara seperti ini menjadi cerita di perjalanan hidup saya yang tidak mungkin terlupakan…. Alhamdulillah… Terima kasih semuanya…..

Buat teman-teman yang ingin mengikuti hands on untuk bulan Maret ini saya akan tampil di acara PDGI Bekasi…

Sampai ketemu disini yaaaa……

Ok sekarang kita masuk ke kasusnya….

Sebelum masuk ke kasus seperti biasa saya akan mengucapkan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan banyak keindahan dalam hidup saya.. Terima kasih kepada orang tua saya yang telah membesarkan dan mendidik dengan penuh kasih sayang… Kepada istri dan anak-anak saya yang telah mendampingi dan memberikan support… Kemudian juga buat para staf pengajar di almamater saya yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat..

Begini ceritanya….

Saya di whatsapp oleh seorang sejawat, kira2 begini… dia menyampaikan ingin merujuk pasien dengan kasus open apex karena memang tidak tersedia peralatan dan bahan untuk merawat kasus tersebut… Saya bilang ok nanti saya coba lihat dulu dan kalo memungkinkan akan saya kerjakan…

Nah singkat cerita datanglah pasien tersebut… setelah melakukan anamnesa saya lihat kondisi klinis gigi yang bermasalah dan ronsen fotonya

Kondisi klinis gigi 13 yang pada saat datang awalnya tertutup kapas

Foto radiografis gigi 13 saat datang

Jadi cerita dari pasien gigi ini sempat sakit selama berminggu-minggu dan saat datang ke sejawat saya itu disana dilakukan opening akses, ronsen dan pemberian obat…

Setelah saya mendapatkan data2 baik anamnesa, klinis, serta radiografis saya jelaskan kepada pasien mengenai keadaan giginya dan rencana perawatan yang akan saya lakukan.. pasien memahami penjelasan saya dan menyetujui langkah-langkah yang akan saya ambil…

Pertama saya lakukan pemasangan rubber dam dan setelah itu sedikit merapihkan access menggunakan alat ultrasonic P5 Newtron (Satelec) dengan set Canal Access Preparation tip… Untuk pengukuran panjang kerja pada kasus open apex agak sulit menggunakan apex locator karena sering pembacaan hasilnya berubah-ubah, sehingga saya putuskan menkombinasikan dengan ronsen gigi tersebut saat ada file di saluran akarnya…

Foto radiografis dengan memakai file

Didapatkan panjang kerja 23mm… Untuk preparasi saluran akarnya hanya dilakukan brushing movement sedikit dengan file rotary i3 Gold (Denjoy) karena saluran sudah cukup besar dan lebar… Lebih dimaksimalkan irigasi dan aktivasi larutan irigasinya.. Pada kasus ini saya menggunakan larutan NaOCl 5,25% dan diaktivasi menggunakan alat ultrasonic P5 Newtron (Satelec) dengan tip Irrisafe….. Irigasi, aktivasi, irigasi lagi, aktivasi lagi dan ini saya lakukan berulang-ulang sampai sekitar 45 menit… Setelah itu saluran akar saya keringkan dan siap untuk melakukan penutupan ujung akar dengan MTA atau istilahnya MTA plug….

Proses aktivasi larutan irigasi dengan tip Irrisafe

MTA yang saya pakai Rootdent (Tehnodent) dan setelah diaduk antara bubuk dan cairan kemudian dimasukkan ke saluran akar menggunakan amalgam pistol dan setelah itu didorong ke arah apeks dengan plugger yang sudah ditandai dengan stopper (panjang kerja dikurang 5 mm)… Setelah dirasa cukup padat lalu dilakukan konfirmasi dengan xray…

Proses memadatkan MTA dengan plugger

Konfirmasi MTA plug dengan foto radiografis

Setelah yakin bahwa MTA plug sudah cukup menutup seluruh ujung saluran akar yang terbuka kemudian gigi tersebut ditambal sementara dan pasien pulang, hal ini bertujuan untuk menunggu MTA plug tersebut mengeras untuk siap dilakukan pengisian…

Kujungan kedua…

Tiga hari kemudian pasien datang lagi, dan tidak ada keluhan pada gigi tersebut kemudian saya pasangkan rubber dam dan pembongkaran tambalan sementara… Saya lakukan pengecekan apakah MTA plug yang saya buat sudah mengeras dengan file saya tekan2… sip sudah keras….. Irigasi dilakukan kembali untuk membilas sisa serpihan tambalan sementara yang masuk ke saluran akar, lalu dikeringkan… Saya aplikasikan siler AH plus (Dentsply) menggunakan paper point tipis-tipis di seluruh permukaan dinding saluran akar… Kemudian pengisian saluran akar dilakukan menggunakan alat Element Obturation Unit (Sybronendo) dengan tehnik backfill saja sampai penuh… Setelah itu untuk menutup orifis digunakan low shrinkage flowable composite SDR (Dentsply) dan bagian atas kavitas menggunakan komposit packable Z350XT (3M)….

Foto klinis setelah pengisian

Foto radiografis selesai pengisian dan restorasi komposit

Alhamdulillah seluruh saluran akar terisi penuh dan padat, tidak ada material yang terdorong keluar dari saluran akar menandakan penutupan ujung akar yang dilakukan berhasil…. Pasien juga tidak ada keluhan lagi di giginya…. 🙂

Kebetulan di kasus ini saya sempat merekam sebagian tahap prosedur yang saya lakukan……

Jangan lupa like, comment dan subscribe juga ya di channel youtube saya… supaya semangat bikin video2 yang bermanfaat 🙂

Sampai disini cerita kasus hari ini, semoga terus bisa ketemu di kasus berikutnya… 🙂

Buat pasien2 yang ingin konsul ke saya atau buat teman2 sejawat yang ingin mengkonsulkan pasien, atau yang mau datang ngobrol2, saya bisa ditemui disini….

atau bisa dilihat langsung klik disini.

Teman2 yang belum bergabung di Run ForwaRd ayo lekas bergabung, tapi hanya khusus buat dokter gigi dan yang bergerak di bidang usaha kedokteran gigi aja ya 🙂 … Sudah ada 3604 an member lho, silahkan langsung  klik link berikut

Add Facebook saya dan follow instagram saya juga untuk update kasus2 baru dan jadwal sharing saya 😉

Wassallamualaikum….

 

 

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

Kasus 53: Gigi 11 Fraktur Insisal

Assallamualaikum Wr Wb….

Selamat pagiiii….

Apa kabar semuanya ? Sudah suasana liburan ya… wuuuah senangnya 🙂

Terima kasih buat teman2 yang masih sering mampir di web saya….

Mengawali tahun 2018 nanti saya dijadwalkan sharing di Banda Aceh… yukk buat teman2 yang ada di sekitar sana datang ke Banda Aceh, gak hanya saya lho ada beberapa narasumber  yang hadir antara lain drg. Bernard, drg. Rio, drg. Martariwansyah, drg. Yusuf Bagus P, drg. Aulia….


Sampai ketemu disana ya….. 🙂

Sebelum masuk ke kasus seperti biasa saya akan mengucapkan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan banyak keindahan dalam hidup saya.. Terima kasih kepada orang tua saya yang telah membesarkan dan mendidik dengan penuh kasih sayang… Kepada istri dan anak-anak saya yang telah mendampingi dan memberikan support… Kemudian juga buat para staf pengajar di almamater saya yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat..

….Ini dia kasus hari ini….

Pasien umur 14 tahun datang dengan keluhan gigi depan nya patah setelah mengalami jatuh saat main futsal…

Pada pemeriksaan objektif tidak ada luka terbuka pada jaringan lunak, hanya gigi 11 patah di 1/3 insisal, tidak ada kegoyangan gigi…

Pada kondisi seperti ini saya merencanakan restorasi komposit hanya pada bagian yang fraktur saja, tidak melibatkan seluruh permukaan labial… as minimal invasive as possible….

Ini kondisi gigi saat datang….

Kondisi awal

Pertama dilakukan isolasi daerah kerja menggunakan rubber dam, kemudian tepi fraktur dibevel untuk mendapatkan peralihan warna komposit yang halus…

Setelah dilakukan bevel

Untuk aplikasi adhesive saya menggunakan tehnik total etch atau etch and rinse, karena dari beberapa penelitian bila lebih banyak keterlibatan email maka tehnik ini lebih efektif…

Tahap awal dibuat palatal shell menggunakan komposit Z 350 XT (3M) warna CT translusen..

Pembuatan palatal shell

Setelah itu diikuti peletakan lapisan dentin menggunakan komposit Z 350 XT (3M) warna A3D, bagian ini diletakan sedikit overlap diatas bevel

Aplikasi lapisan dentin

Selesai lapisan dentin dilanjutkan dengan peletakan lapisan email menggunakan komposit Z 350 XT (3M) warna A2B, untuk meratakannya saya memakai kuas make up merk masami shouko no.306 😀 😀

Setelah aplikasi lapisan email

Pada tahap pemolesan dimulai dengan pemoles bentuk disc merapihkan bentuk outline dari gigi 11, dilanjutkan dengan pembuatan tekstur permukaan menggunakan bur fine strip merah low speed…

Setelah itu untuk penghalusan awal dari tekstur menggunakan one step polisher berbentuk cone lalu dilanjutkan untuk lebih mengkilap dipoles memakai Eve Diacomp Twist…

Ini hasil akhir setelah pemolesan….

Hasil akhir restorasi……

Alhamdulillah kasus ini bisa diselesaikan dengan sangat minimal mengorbankan jaringan yang sehat… Hasilnya pun dapat membuat pasien puas dan pede kembali 🙂

Usahakan mengorbankan seminimal mungkin jaringan gigi yang sehat dalam setiap perawatan, pemilihan bahan dan prosedur yang tepat dalam merestorasi juga dapat menghasilkan tambalan yang terlihat natural… jadi untuk kasus seperti ini tidak perlu labial veneer apalagi crown kan? 😉

Okay sampai ketemu di kasus berikutnya… 🙂

Buat pasien2 yang ingin konsul ke saya atau buat teman2 sejawat yang ingin mengkonsulkan pasien, atau yang mau datang ngobrol2, saya bisa ditemui disini…. 🙂

atau bisa dilihat langsung klik disini.

Teman2 yang belum bergabung di Run ForwaRd ayo lekas bergabung, tapi hanya khusus buat dokter gigi dan yang bergerak di bidang usaha kedokteran gigi aja ya 🙂 … Sudah ada 3493 an member lho, silahkan langsung  klik link berikut

Add Facebook saya dan follow instagram saya juga untuk update kasus2 baru dan jadwal sharing saya 😉

Selamat liburan teman-teman…… 🙂

Wassallamualaikum Wr Wb….

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kasus 52: Diastema Closure

Assallamualaikum Wr Wb….

Selamat pagiiii….

Alhamdulillah hari ini bisa update kasus baru setelah 2 bulan….. 😀

Apa kabar semuanya ? Terima kasih buat teman2 yang masih setia mampir disini membaca kasus2 yang saya share….

Sedikit flashback…..

Jadi selama beberapa bulan kemarin memang saya sedang sibuk2 nya karena ada beberapa kegiatan yang membuat saya harus fokus mempersiapkannya… Disekitar akhir september saya sempat diajak kembali oleh Voco Indonesia dan Denjoy Indonesia memberikan sharing kepada teman2 sejawat, diadakan di Mr & Mrs Dentist Kota Wisata (thanks to drg. Aulia, Sp.Perio buat tempatnya)… acara berjalan lancar dan seru banget, makasih buat teman2 yang sudah hadir…

Saat memberikan penjelasan tentang veneer direk

Foto bersama selesai acara

Kemudian pada awal November saya mengikuti seminar TINI IV di Surabaya, ini seminar tahunan yang diadakan IKORGI dan menjadi tempat berkumpul teman2 spesialis konservasi dari seluruh Indonesia… Seperti biasa acara ini jadi ajang temu kangen juga dengan guru2 kami…

Sempat berfoto dengan guru2 kami waktu residen… Semoga selalu sehat ya dok….

…dan yang terakhir dan paling menyita konsentrasi saya adalah diberi kepercayaan menjadi ketua panitia Rapat Umum Anggota PDGI Kota Bogor… fyyuuuh.. ini yang paling berat 😀

Alhamdulillah acara berlangsung lancar dan tidak ada kendala sedikit pun… Terima kasih buat teman2 panitia yang telah meluangkan waktu dan tenaga nya untuk acara ini… Telah terpilih drg. Kurnia, MKM sebagai ketua PDGI Kota Bogor periode 2017-2020, selamat ya mbak Nia semoga amanah dan lancar dalam menjalankan tugas.. Kepada drg. Rusmiati sebagai ketua demisioner terima kasih banyak telah membuat PDGI Kota Bogor lebih dinamis dan juga mendapat banyak pencapaian… 🙂

Selfie dulu sebelum acara mulai dengan muka masih ngantuk hehehe

Pengurus PDGI periode 2014-2017 yang telah selesai menjalankan tugas

Itulah beberapa kegiatan yang membuat saya tidak sempat mengupdate kasus beberapa bulan kemarin…

….Ok sekarang masuk ke cerita kasusnya…

Sebelumnya seperti biasa saya akan mengucapkan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan banyak keindahan dalam hidup saya.. Terima kasih kepada orang tua saya yang telah membesarkan dan mendidik dengan penuh kasih sayang… Kepada istri dan anak-anak saya yang telah mendampingi dan memberikan support… Kemudian juga buat para staf pengajar di almamater saya yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat..

Kasus hari  ini berawal dari pasien yang datang dan ingin ditutup celah pada gigi depan atas.. Pasien merasa kurang pede dengan keadaan tersebut dan terkadang juga terselip makanan disitu…

Kondisi awal saat pasien datang

Kalau diliat sih tidak terlalu besar celah yang terjadi antara gigi itu, tapi karena sesuatu yang estetis juga bersifat subjektif maka saya paham keinginan pasien.. Untuk kasus ini saya memilih penutupan dengan restorasi komposit direk dan hanya pada celah gigi saja dan tidak sampai menutup daerah labial…

Isolasi dengan rubber dam

Gigi2 tersebut saya isolasi dengan rubber dam, kemudian  bagian celah gigi saya bersihkan dengan pumice dan brush… Saya mengerjakan gigi 11 terlebih dahulu, dengan menutup gigi 21 dengan teflon tape.. Pengerjaan gigi 11 dibantu seluloid strip yang diganjal dengan wedge plastik… Prosedur etsa dan bonding saya lakukan seperti biasa..

Untuk kasus ini saya hanya menggunakan single shade Komposit Admira Fusion (Voco) warna A3

Proses pengerjaan gigi 11

Setelah gigi 11 selesai saya lanjutkan ke gigi 21, proses pengerjaan juga sama… Gigi 11 saya tutup menggunakan teflon tape juga.. Tapi untuk gigi 21 ini ada sedikit karies yang saya buang terlebih dahulu menggunakan bur carbide dan tepi kavitas saya bevel untuk mendapatkan peralihan yang halus antara bahan tambal dan struktur gigi..

Proses pengerjaan gigi 21

Setelah selesai rubber dam dilepas, sisa kelebihan bahan tambal yang overhanging dirapihkan dengan scalpel no.12… Sedikit konturing menggunakan bur superfine dan terakhir pemolesan menggunakan Diacomp Plus Twist (Eve)…

Kondisi setelah selesai penambalan

Alhamdulillah hasil akhirnya sesuai ekspektasi pasien dan dia senang sekali… Syukurlah kalau pasien puas, soalnya menambal anterior agak2 ngeri-ngeri sedap heheheh 😀

Catatan untuk kasus hari ini adalah kalau memang menghadapai kasus diastema sebisa mungkin kita hanya melakukan penambalan daerah celahnya saja tidak perlu sampai menutup seluruh permukaan labial, tetapi kalau ada pertimbangan lain seperti memang ada defek pada permukaan labial itu tidak masalah…

Okay sampai ketemu di kasus berikutnya… 🙂

Buat pasien2 yang ingin konsul ke saya atau buat teman2 sejawat yang ingin mengkonsulkan pasien, atau yang mau datang ngobrol2, saya bisa ditemui disini…. 🙂

atau bisa dilihat langsung klik disini.

Teman2 yang belum bergabung di Run ForwaRd ayo lekas bergabung, tapi hanya khusus buat dokter gigi dan yang bergerak di bidang usaha kedokteran gigi aja ya 🙂 … Sudah ada 3437 an member lho, silahkan langsung  klik link berikut

Add Facebook saya dan follow instagram saya juga untuk update kasus2 baru 😉

Wassallamualaikum Wr Wb….

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , | 6 Comments

Kasus 51: Gigi 46 Nekrosis

Assallamualaikum Wr Wb….

Selamat pagiiii….

Alhamdulillah hari ini bisa update kasus baru, gmana kabarnya teman2 ?

Saya mau menginformasikan kembali kalau kasus 1 sampai 39 sudah tidak dapat diakses lagi 😦

Nah sebelum masuk ke kasus seperti biasa saya akan mengucapkan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan banyak keindahan dalam hidup saya.. Terima kasih kepada orang tua saya yang telah membesarkan dan mendidik dengan penuh kasih sayang… Kepada istri dan anak-anak saya yang telah mendampingi dan memberikan support… Kemudian juga buat para staf pengajar di almamater saya yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat..

….Kegiatan beberapa minggu kemarin…

Saya sempat diajak oleh Denjoy Indonesia dan Voco Indonesia untuk berbagi pengetahuan mengenai perawatan saluran akar dan veneer direk… Acara berlangsung 2 hari dan alhamdulillah bisa terlaksana dengan lancar… seruu banget… saya bisa ketemu dengan dokter2 gigi yang energik, semangat dan punya visi sama bahwa ingin memberikan yang terbaik untuk pasien yang dirawat… Terima kasih buat seluruh teman2 yang sudah datang semoga bermanfaat, terima kasih juga buat tim sponsor… kalian ajiibjebreeet… 🙂

Suasana saat sesi hands on

Foto bersama selesai hari pertama

Foto bersama selesai hari kedua

….Ok sekarang masuk ke cerita kasusnya…

Pada suatu hari…. (heheh kayak dongeng anak2)… pasien datang dengan keluhan setiap melakukan penambalan gigi selalu saja lepas… Sebenarnya pasien sudah agak putus asa dan sempat berpikir untuk dicabut…

“Dok, gigi saya ini bolak-balik ditambal tapi juga lepas lagi.. lepas lagi..”

“Dicabut aja deh dok ” lanjut pasien.

“Wah jangan dulu buru2 pengen dicabut, sapa tau masih memungkinkan dipertahakan, coba saya liat dulu keadaannya” kata saya.

Setelah saya liat keadaan klinisnya ini yang saya lihat…

Keadaan klinis saat pasien datang

Gigi 46 terlihat kavitas masih ada karies yang sangat luas dan ada spot sudah terjadi tembus ke kamar pulpa.

Kemudian dilakukan foto ronsen gigi tersebut…

Foto radiografis awal gigi 46

Terlihat kavitas sudah mengenai kamar pulpa, dan dari hasil tes respon dingin serta tes perkusi menunjukkan hasil negatif… Kondisi yang saya temukan diinfokan ke pasien dan dijelaskan rencana perawatan untuk giginya, setelah pasien mengerti dan menyatakan setuju perawatan baru dimulai…

…Perawatan dimulai….

Seluruh jaringan karies dibuang menggunakan bur tungsten carbide low speed, dilanjutkan pembuatan artificial wall menggunakan komposit dengan bantuan matriks greatercurve.

Proses pembuatan artificial wall

Setelah artificial wall selesai dilakukan pemasangan rubberdam dan pembukaan kamar pulpa.. Untuk penjajakan awal digunakan K-File no.8 dilanjutkan no.10 terus sampai no. 20, ini dimaksudkan juga untuk mengamankan jalur luncur (secured the glide path) sebagai persiapan sebelum file rotari masuk…. Pengukuran panjang kerja menggunakan apex locator Root ZX mini (Morita)..

Cleaning and shaping menggunakan i3 Gold (Denjoy) dan setiap pergantian instrumen diirigasi menggunakan NaOCl 5,25%…

Foto klinis selesai cleaning and shaping

Setiap saluran dikeringkan menggunakan micro tip suction dan paper point kemudian kavitas ditutup tambalan sementara… selesai perawatan hari pertama….

….Kunjungan kedua….

Pasien datang kembali dan tetap tidak ada keluhan subjektif sehingga saluran akar siap diisi. Pengisian memakai tehnik warm vertical condensation menggunakan alat Element Obturation Unit (SybronEndo)…

Foto klinis setelah pengisian

Sebagai basis digunakan low shrinkage stress flowable composite SDR (Dentsply) dan diatasnya memakai Z350XT (3M)…

Foto radiografis selesai pengisian

Alhamdulillah dari foto ronsen terlihat pengisian sepanjang kerja dan hermetis, tambalan di bagian mahkota juga terlihat rapat dan homogen….

….Kunjungan ketiga…,

Lho ??? kok ada kunjungan ketiga ? Bukannya perawatan udah selesai ?

Hehehe… untuk kasus ini memang direncanakan untuk restorasi definitifnya menggunakan crown jadi pasien hari ini datang lagi untuk preparasi dan pencetakan crown…

Sebelum dipreparasi gigi saya cetak menggunakan bahan cetak putty polyvinyl siloxane yang nantinya cetakan ini selesai preprasi digunakan untuk membuat crown sementara…

Setalah itu gigi dipreparasi dengan akhiran tepi preparasi chamfer, preparasi kemudian dihaluskan menggunakan arkansas stone dan juga rubber point… Sebelum pencetakan, sulkus gingiva diselipkan retraction cord ukuran #000 yang sebelumnya telah dicelupkan di larutan aluminum chloride 25%…

Selesai preparasi dan siap dicetak

Setelah selesai pencetakan gigi dibuatkan crown sementara menggunakan cetakan yang telah dibuat sebelum preparasi, cetakan tersebut diisi dengan bahan crown sementara self cured composite dan dimasukkan ke gigi yang selesai dipreparasi.. Kurang lebih 3 menit lalu cetakan diangkat dari gigi dan didalam cetakan sudah terbentuk crown sementara dilanjutkan dengan trimming untuk membuang kelebihan bahannya… Crown sementara disemenkan ke gigi memakai Freegenol (GC)…

Sayang banget nih pas proses pembuatan crown sementara ini gak sempat difoto setiap tahapnya karena memang waktu yang sangat sempit, mudah2an di lain waktu bisa difoto ya tahap2 ya….

….Kunjungan keempat….

Crown yang saya buat adalah Porcelain Fused to Metal (PFM) dan begini tampilannya sesaat setelah dikirim dari lab…

Foto crown di model

Saat pasien datang crown sementara dilepas, dan semen yang tersisa dibersihkan dengan skeler dan brush…

Proses pelepasan crown sementara

Dilakukan percobaan crown, dicek retensi dan resistensi, integritas tepi, titik kontak, oklusi dan warna… setelah semua tidak ada kendala maka siap dilakukan penyemenan… Semen yang dipakai adalah GIC Fuji I (GC)..

Foto klinis akhir setelah pemasangan crown

Alhamdulillah prosesnya berjalan lancar dari mulai perawatan saluran akarnya sampai dengan pembuatan crown… mudah2an awet dan tidak ada masalah… amiiiin….

Pada kasus ini yang bisa menjadi catatan adalah lakukan pemeriksaan gigi secara menyeluruh dan teliti, sehingga kalau memang kasusnya sudah mengenai kamar pulpa tidak langsung ditambal sehingga pasien langsung mendapatkan perawatan yang sesuai kasusnya…

Buat pasien2 yang ingin konsul ke saya atau buat teman2 sejawat yang ingin mengkonsulkan pasien, atau yang mau datang ngobrol2, saya bisa ditemui disini…. 🙂

atau bisa dilihat langsung klik disini.

Teman2 yang belum bergabung di Run ForwaRd ayo lekas bergabung, tapi hanya khusus buat dokter gigi dan yang bergerak di bidang usaha kedokteran gigi aja ya 🙂 … Sudah ada 3395 an member lho, silahkan langsung  klik link berikut

Add Facebook saya dan follow instagram saya juga untuk update kasus2 baru 😉

Sampai ketemu di kasus berikutnya ya…

Wassallamualaikum Wr Wb….

Posted in Uncategorized | 3 Comments