Kasus 48: Gigi 21 Karies Sekunder

Assallamualaikum Wr Wb….

Selamat pagiiii….

Alhamdulillah hari ini bisa posting kasus lagi, gmana teman2 yang menjalankan ibadah puasa? Semoga ibadahnya lancar ya sampai hari raya nanti… amiiin….

Kasus hari ini saya merasa senang karena dipercaya oleh seorang sejawat untuk merawat gigi anaknya, tetapi untuk menjaga privacy nama beliau tidak akan saya sebutkan disini.. Intinya saya sangat berterima kasih sudah diberi kepercayaan itu πŸ™‚

….Jadi begini ceritanya…

Gigi pasien ini pernah fraktur di ujung insisal waktu masih sekolah SD dan sudah ditambal oleh ibunya, nah sekarang sudah mau masuk kuliah, dan di gigi tersebut terlihat garis kecoklatan yang menandakan ada karies sekunder…

Karena masalah estetik tentunya maka ibunya minta tolong ke saya untuk tambalan tersebut diperbaiki…

Begini kondisi gigi saat datang…

Gigi 21 terlihat tambalan komposit dengan garis karies sekunder

Ok setelah saya lihat kasusnya maka saya sanggupi untuk menambal ulang giginya…

Saya lakukan pencocokan warna gigi dengan tehnik menempelkan bulatan kecil komposit pada bagian 1/3 tengah kemudian disinar, lakukan dengan beberapa shade warna sampai mendapatkan warna yang mendekati bagian tersebut….

Kemudian saya pasangkan rubber dam untuk isolasi daerah kerja..

IsoIasi rubber dam dari gig 14 sampai 24

Tambalan yang lama dibongkar dan seluruh karies sekunder dibuang juga, tepi kavitas dibuatkan bevel yang lebar tujuannya lebih ke estetik agar peralihan bahan tambal dengan struktur gigi tidak terlihat…

Begini kondisi setelah dilakukan pembongkaran tambalan…

Gigi 21 setelah dibevel

Kemudian gigi dietsa, dengan sebelumnya gigi 11 saya tutup menggunakan teflon tape (selotip kran air), lalu dilanjutkan dengan pemberian bonding…

Teflon tape dilepas, kemudian saya letakkan seluloid strip diantara gigi 21 dan 11 untuk membatasi dan juga sebagai alat bantu untuk membuat palatal shell…

Palatal shell saya buat dengan tehnik free hand menggunakan komposit shade translusen Β  Β  Z350XT (3M)… Tehnik free hand disini maksudnya adalah seluloid strip itu saya tempelkan ke bagian palatal gigi 21 dengan hanya ditahan menggunakan jari tangan…

Palatal shell dengan komposit translusen

Untuk lapisan pertama saya memakai komposit shade dentin A3 Z350XT (3M) adaptasinya dibantu menggunakan kuas..

Gigi 21 setelah diletakkan shade dentin

Setelah itu dilanjutkan komposit shade body A3 Z350XT (3M) dan untuk lapisan terakhir komposit shade email A2 Z350XT (3M)… Pada saat peletakan lapisan demi lapisan sudah mulai diperhatikan kontur permukaan, outline anatomi sehingga tidak terjadi pembuangan komposit yang berlebihan pada saat polishing and finishing….

Gigi 21 sebelum polishing dan finishing

Untuk finishing menggunakan bur fissure strip merah dan juga Soflex disc (3M) kemudian dilanjutkan untuk polishing menggunakan Diacomp Plus Twist (EVE) dan terakhir memakai felt buff….

Begini kondisi akhir gigi 21 setelah selesai finishing dan polishing…

Gigi 21 setelah selesai keseluruhan proses…

Alhamdulillah bisa memenuhi ekspektasi dari sejawat πŸ˜€ dan pasien pun tampak senang, dan mudah2an jadi semakin pede untuk tersenyum ya…. πŸ™‚

Untuk penambalan anterior memang memiliki tingkat kesulitan tersendiri, tetapi semua itu bisa diatasi dengan cara pemilihan warna dan prosedur penambalan yang tepat serta proses pembelajaran yang terus menerus dalam mengerjakan kasus… saya yakin semua pasti bisa…

Sampai disini cerita kasus untuk hari ini…. Mudah2an terus bisa update… Buat para pembaca yang baru pertama kali mampir di website saya silahkan lihat2 juga kasus2 sebelumnya yang ajiiibjebreeet juga πŸ™‚

Β Berikut jadwal dan tempat praktek saya…

 

atau bisa dilihat langsung klik disini.

Teman2 yang belum bergabung diΒ Run ForwaRd ayo lekas bergabung… Sudah ada 3234 an member lho πŸ™‚ silahkan langsungΒ  klik link berikut

Add Facebook saya dan follow instagram saya juga untuk update kasus2 baru πŸ˜‰

Sampai ketemu di kasus berikutnya ya…

Wassallamualaikum Wr Wb….

Advertisements
Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , | 4 Comments

Kasus 47: Gigi 24 Nekrosis

Assallamualaikum Wr Wb….

Selamat pagiiii….

Kita ketemu lagiii πŸ™‚

Hari ini saya ingin berbagi kasus lagi, tapi mungkin ada yang terlihat beda di foto2 hari ini, karena mulai dari postingan ini semua foto2 kasus akan ada logonya πŸ˜›

Sebagai pengganti watermark yang selama ini saya pakai sudah hampir 3 tahun… Ini juga karena masukan dari para pembaca website ini yang mengatakan “dok fotonya jangan pake watermark lagi deh ganti pake logo aja kecil… biar gak terlalu blocking foto”.

Setelah saya pikir2 boleh juga nih buat penyegaran hehehe….

Saya juga mau memberikan ucapan selamat buat teman2 di 3M Indonesia yang kemarin sukses melaksanakan acara 3M Dental Expo di Hotel Shangri-La Jakarta.. ditunggu acara2 keren berikutnya…. πŸ™‚

…dan seperti biasa sebelum masuk ke kasus seperti biasa saya ingin mengucapkan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan banyak keindahan dalam hidup saya.. Terima kasih kepada orang tua saya yang telah membesarkan dan mendidik dengan penuh kasih sayang… Kepada istri dan anak-anak saya yang telah mendampingi dan memberikan support… Kemudian juga buat para staf pengajar di almamater saya yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat..

….let the story begin

Kasus yang akan saya sharing hari ini adalah salah satu bentuk yang saya suka.. kenapa? karena kasus hari ini adalah kasus rujukan dari seorang prostodontis.. lho? trus ? iya karena biasanya di rujukan tersebut ditulis untuk dilakukan perawatan saluran akar karena akan dibuatkan restorasi indirek… nah disini enaknya kan, saya hanya perlu mengerjakan psa nya tanpa bingung milih restorasi akhirnya πŸ˜€

Pasien datang dengan membawa rujukian bahwa giginya akan dibuatkan crown tetapi diminta untuk dilakukan perawatan saluran akar terlebih dahulu…

Begini kondisi awalnnya…

Kondisi awal gigi 24

dan ini ronsennya…

Radiografis gigi 24

Ok dari keadaan klinis saya lihat gigi 24 dengan karies yang cukup dalam dan dinding distal sudah tidak ada, dari ronsen terlihat kavita sudah mendekati kamar pulpa. Ketika dilakukan perkusi tidak ada respon, juga ketika dilakukan tes respon dingin juga tidak ada reaksi…

Perawatan saya mulai dengan membuat artificial wall, matriks menggunakan greatercurve dan bahan tambalnya komposit Z 350 XT (3M)… Tetapi jaringan karies dibersihkan dulu menggunakan bur carbide low speed..

Kondisi gigi pada saat pemasangan matriks..

Matriks terpasang pada gigi 24

Setelah dinding buatan jadi, mulai dilakukan akses opening untuk membuka kamar pulpa, setelah itu outline opening dirapihkan menggunakan skeler ultrasonik dengan tip Canal Access Preparation (Satelec).

Penjajakan awal menggunakan k-file no.8 dan diteruskan no.10… Setelah k-file terakhir dirasa cukup longgar keluar masuk saluran akar kemudian mengukur panjang kerja menggunakan apex locator.. Sebelum mulai preparasi saluran akar dilakukan kembali pemulusan jalur luncur menggunakan ProGlider (Dentsply)… Untuk preparasi saluran akar digunakan file rotary i3 Gold (Denjoy).. Setiap pergantian instrumen diirigasi dengan NaOCl 5,25 % dan diaktivasi secara ultrasonik menggunakan tip Irrisafe (Satelec).

Kondisi klinis setelah preparasi saluran akar….

Gigi 24 selesai preparasi saluran akar

Kemudian dilakukan pengisian menggunakan tehnik warm vertical condensation memakai alat Element Obturation Unit (SybronEndo) dan siler AH plus (Dentsply)…

Tampilan setelah pengisian…

Kavitas setelah pengisian terlihat bersih dari sisa2 sealer

Untuk coronal seal memakai low shrinkage stress flowable composite SDR (Dentsply) dan atasnya ditutup dengan komposit packable….

Pengambilan ronsen dilakukan pada gigi tersebut…

Radiografis selesai pengisian

Alhamdulillah rangkaian perawatan bisa selesai dalam satu kunjungan sehingga pasien tidak terlalu repot dan bisa melanjutkan perawatannya di sejawat pengirim… πŸ™‚

Sampai disini cerita kasus untuk hari ini…. Mudah2an terus bisa update… Buat para pembaca yang baru pertama kali mampir di website saya silahkan lihat2 juga kasus2 sebelumnya yang ajiiibjebreeet juga πŸ™‚

Β Berikut jadwal dan tempat praktek saya…

 

atau bisa dilihat langsung klik disini.

Teman2 yang belum bergabung di Run ForwaRd ayo lekas bergabung… Sudah ada 3224 an member lho πŸ™‚ silahkan langsungΒ  klik link berikut

Add Facebook saya dan follow instagram saya juga untuk update kasus2 baru πŸ˜‰

Sampai ketemu di kasus berikutnya ya…

Wassallamualaikum Wr Wb….

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | 3 Comments

Kasus 46: Gigi 43 pulpitis kronis

Assallamualaikum Wr Wb….

Selamat siaang….

Alhamdulillah akhirnya kita ketemu lagiii πŸ™‚

Apa kabar semua? Terima kasih buat yang masih main ke website ini, masih nungguin kasus2 baru…

Sudah sebulan lebih belum update kasus baru lagi karena saya sedang mencoba upgrade foto2 kasus saya agar lebih bisa menampilkan detil kondisi gigi yang sedang dirawat…

Trus juga karena banyak liburan long weekend jadi dimanfaatkan buat jalan2 ke luar kota πŸ™‚

Sebelum masuk ke kasus seperti biasa saya ingin mengucapkan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan banyak keindahan dalam hidup saya.. Terima kasih kepada orang tua saya yang telah membesarkan dan mendidik dengan penuh kasih sayang… Kepada istri dan anak-anak saya yang telah mendampingi dan memberikan support… Kemudian juga buat para staf pengajar di almamater saya yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat..

…and this is the case

Seorang pasien wanita datang dan mengatakan

“Dok, saya kalo makan sering nyelip nih di gigi ini” sambil nunjuk ke gigi daerah depan bawah kanan…

Terus saya tanya “Terasa sakit gak bu?”

“Dulu sih pernah sakit banget tapi sekarang kayaknya gak deh”

“Oo ok… saya coba liat dulu ya, mari bu silahkan duduk disini”

Saya mulai lakukan pemeriksaan dan ini yang saya temukan

Keadaan awal gigi 43

Gigi 43 mengalami karies dan sudah terlihat perforasi ke kamar pulpa, perkusi negatif, dan respon dingin menunjukkan positif. Kemudian dari ronsen terlihat seperti ini..

Radiografis gigi 43

Wah saluran akarnya agak “meliuk’ nih hehehe… Saya suka deg2an kalau mendapatkan saluran yang seperti ini, karena pengerjaannya harus hati2 dan sabar…

Ok setelah saya mendapatkan gambaran detil kasus gigi pasien ini, lalu saya jelaskan secara detil tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan rencana perawatannya…

Perawatan dimulai….

Jaringan karies saya buang semua menggunakan bur carbide low speed, kemudian dibuatkan sedikit artificial wall…

Pemakaian matriks pada pembuatan artificial wall

Matriks yang saya pakai adalah saddle matrix dengan spring clip, matriks ini cukup murah dan mudah penggunaannya… sejawat harus punya nih.. cieee promosi πŸ˜›

Kendala berikut yang saya temui adalah pada saat pemasangan rubber dam, karena posisi gigi yang crowding sehingga clamp tidak bisa saya pasang pada gigi tersebut..

Akhirnya clamp saya pasang pada gigi 44 dan dibantu dental floss pada gigi 43 nya…

Gigi lalu dianestesi dan mulai dibuat akses… Penjajakan awal saya gunakan K-File no.8 dengan gerakan watchwinding perlahan, saya khawatir kalau terburu2 bisa membuat ledge… Setelah dirasa file nomer tersebut dapat keluar masuk dengan lancar saya lanjutkan dengan no.10 dengan gerakan yang sama….

Setelah juga didapat kondisi yang lancar keluar masuk, dilakukan pengukuran panjang kerja menggunakan apex locator (Root ZX mini – Morita)… dan dilanjutkan dengan memuluskan jalur luncur menggunakan ProGlider (Dentsply)… Pada kasus ditemukan saluran akar yang agak berliuk seperti ini, tahap penjajakan dari no.8 sampai pemulusan jalur dengan ProGlider sangat penting sebelum kita memulai preparasi saluran akarnya, agar terhindar dari masalah seperti ledge, jarum patah, instrumen tertahan tidak bisa masuk lebih dalam dan sebagainya…

Preparasi saluran akar saya gunakan file rotary i3 Gold (Denjoy), file ini mempunyai spesifikasi yang cukup baik dan yang pasti muraaah heheheheh….. Setiap pergantian file diirigasi menggunakan NaOCl 5,25%… Aktivasi larutan irigasi menggunakan power flosser dengan tip Endoactivator… File akhir preparasi 25/.06…

Gigi 43 setelah preparasi saluran akar

….Lanjut ke pengisian

Pada hari itu juga langsung dilakukan pengisian saluran akar menggunakan Element Obturation Unit (SybronEndo)… Untuk basis setelah pengisian saya menggunakan low shringkage stress flowable composite SDR dari Dentsply, dilanjutkan atasnya menggunakan packable composite Z 350 XT dari 3M…

Foto klinis sesaat setelah pengisian….

Setelah dilakukan pengisian

dan ini foto klinis setelah selesai penambalan…

Kondisi akhir setelah selesai perawatan

….Dan inilah saat yang ditunggu2 melihat hasil ronsen akhir perawatan, hehehe apakah hasilnya sesuai harapan atau tidak..

Radiografis gigi 43 selesai perawatan

Alhamdulillaaaah… saluran yang sedikit meliuk itu berhasil diisi dengan baik… πŸ™‚

Saya lega dan pasien pun senang heheheh…

Pada kasus ini yang bisa dijadikan catatan adalah : dalam menghadapi saluran akar yang agak ada belok2 usahakan sabar dalam penjajakan awal, pastikan pada saat penjajakan tersebut file yang digunakan sudah dapat keluar masuk tanpa hambatan sehingga akan memudahkan file rotary yang kita gunakan untuk meluncur di saluran akar itu…

Oo iya ada info seminar besar nih…

3M Dental Expo

Tanggal 20-21 Mei 2017, Hotel Shangri-la Jakarta, diisi oleh pembicara2 hebat dari dalam dan luar negeri…. info lebih lengkap bisa dilihat di account Facebook Cobra Dental… Jangan sampai ketinggalan ya…. sampai ketemu disana πŸ™‚

Sampai disini cerita kasus untuk hari ini…. Mudah2an terus bisa update… Buat para pembaca yang baru pertama kali mampir di website saya silahkan lihat2 juga kasus2 sebelumnya yang ajiiibjebreeet juga πŸ™‚

Β Berikut jadwal dan tempat praktek saya…

 

atau bisa dilihat langsung klik disini.

Teman2 yang belum bergabung di Run ForwaRd ayo lekas bergabung… Sudah ada 3218 an member lho πŸ™‚ silahkan langsungΒ  klik link berikut

Add Facebook saya dan follow instagram saya juga untuk update kasus2 baru πŸ˜‰

Sampai ketemu di kasus berikutnya ya…

Wassallamualaikum Wr Wb….

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | 5 Comments

Kasus 45: Gigi 24 Tambalan Amalgam Pecah

Assallamualaikum Wr Wb….

Selamat siaangg…….

Alhamdulillah bisa posting kasus baru lagi ..!!

Apa kabar semua? Terima kasih buat yang masih sering mampir ke website ini.. Sudah lama banget nih saya gak posting hampir sebulan lebih hehehehe….

Sebulan kemarin memang lagi sibuk fokus di praktek, trus di waktu yang agak kosong lebih sering browsing2 nyari info tempat2 wisata hehehe πŸ˜€

Kebetulan sekarang lagi sempat nih, ok kita langsung liat kasusnya….

Sebelum masuk ke kasus seperti biasa saya ingin mengucapkan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan banyak keindahan dalam hidup saya.. Terima kasih kepada orang tua saya yang telah membesarkan dan mendidik dengan penuh kasih sayang… Kepada istri dan anak-anak saya yang telah mendampingi dan memberikan support… Kemudian juga buat para staf pengajar di almamater saya yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat..

and this is the story…….

Pasien awalnya datang dengan keluhan tambalannya pecah dan sering terselip makanan. Selain itu gigi tersebut kalau dipakai menggigit agak terasa tidak nyaman… Saya lakukan pemeriksaan objektif pada gigi yang dikeluhkan, terlihat gigi 24 ada tambalan amalgam di bagian mesial, sedangkan di bagian distal sudah tidak ada tambalan.. Kavitasnya terdapat karies sekunder, perkusi positif, respon dingin negatif….

Ini kondisi gigi tersebut…

Keadaan klinis gigi 24 saat awal datang

Dari hasil pemeriksaan radiografis terlihat kavitas sudah mengenai pulpa, dan ada lesi periapeks..

Radiografis gigi 24

Dari hasil pemeriksaan gigi tersebut direncanakan untuk dilakukan perawatan saluranΒ  akar dan dilanjutkan dengan restorasi crown… nah disini terkadang terjadi diskusi dengan pasien karena budgeting issue.. pasien tetap saya sarankan untuk pembuatan crown tetapi untuk dapat berkompromi dengan kondisi pasien maka selesai perawatan direstorasi dengan resin komposit saja….

Perawatan dimulai….

Seluruh restorasi lama dibongkar dan jaringan karies sekunder dihilangkan menggunakan bur carbide low speed, email yang tipis dan tidak terdukung cukup dentin juga dihilangkan..

Setelah pembersihan kavitas

Dilanjutkan dengan pembuatan artificial wall atau pre endodontic build up, pada kasus ini tidak dilakukan cauter gingiva karena tepi dari kavitas masih berada di atas gingiva dan masih memungkinkan untuk dipasang matriks dan mendapatkan kerapatan yang baik..

Matriks yang dipakai adalah greater curve matriks dan bahan restorasi menggunakan komposit..

Selesai pembuatan artificial wall

Jangan lupa selesai pembuatan artificial wall dicek juga oklusi agar dinding yang kita buat tersebut tidak menyebabkan kontak prematur.

Isolasi daerah kerja menggunakan rubber dam, akses kavitas dimulai menggunakan round bur sampai ketemu kamar pulpa, kemudian dirapihkan menggunakan bur endo Z (Dentsply) serta Ultrasonic tip Canal Access Preparation (Satelec).

Penjajakan awal menggunakan file no.8 dengan kondisi kavitas digenangi NaOCl 5,25%, dilanjutkan dengan file no.10 sampai mendapatkan jalan yang licin tanpa hambatan untuk keluar masuk. Pengukuran panjang kerja menggunakan Root ZX mini (Morita), akar bukal dan palatal sama2 18mm.

Untuk berikutnya sebagai persiapan untuk file preparasi dilakukan “pemulusan jalur luncur” menggunakan ProGlider (Dentsply) sepanjang kerja sampai file tersebut bisa keluar masuk dengan lancar.

Kemudian preparasi saluran akar memakai Protaper Next dengan tehnik single lenght dengan interval stop setiap memasuki kedalaman 1,5 mm untuk dilakukan irigasi dan rekap no.10 untuk membongkar debris, preparasi selesai di file X2. Setelah itu setiap saluran akar digenangi larutan irigasi dan diaktivasi menggunakan Irrisafe ultrasonic tip (Satelec). Saluran akar dikeringkan, ditambal sementara, dan pasien pulang…

Kondisi klinis setelah selesai preparasi saluran akar

Kavitas terlihat bersih dengan jalan masuk yang lurus ke arah saluran akar

Kunjungan kedua…..

Pada kunjungan ini sudah tidak ada rasa nyeri bila dipakai menggigit, perkusi juga menunjukkan negatif. Pengisian dilakukan dengan tehnik warm vertical condensation menggunakan alat Element Obturation (Sybronendo) dan sealer AH plus (Dentsply).

Foto setelah pengisian..

Setelah pengisian kavitas dibersihkan dari sisa sealer dan guttap

Untuk basis menggunakan SDR (Dentsply) kemudian dilanjutkan menggunakan komposit Z 350 XT (3M) untuk bagian atasnya. Setelah dicek oklusi, pemolesan menggunakan Diacomp Twist (Eve).

Hasil restorasi setelah pemolesan…

Hasil akhir restorasi

dan ini ronsennya…

Radiografis setelah selesai perawatan

Alhamdulillah seluruh perawatan telah selesai, tetapi tetap pasien saya ingatkan untuk pembuatan crown mengingat sisa struktur asli gigi pada bagian bukal dan palatal sudah tipis… Mudah2an sampai ketemu di pembuatan crown restorasinya masih aman.. aamiiin.. πŸ™‚

Sampai disini cerita kasus untuk hari ini…. Mudah2an terus bisa update… Buat para pembaca yang baru pertama kali mampir di website saya silahkan lihat2 juga kasus2 sebelumnya yang ajiiibjebreeet juga πŸ™‚

Dan…. Tahun 2017 ini ada perubahan jadwal praktek saya, bisa dilihat di bawah ini….

 

atau bisa dilihat langsung klik disini.

Teman2 yang belum bergabung di Run ForwaRd ayo lekas bergabung… Sudah ada 3180 an member lho πŸ™‚ silahkan langsungΒ  klik link berikut

Add Facebook saya dan follow instagram saya juga untuk update kasus2 baru πŸ˜‰

Sampai ketemu di kasus berikutnya ya…

Wassallamualaikum Wr Wb….

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

Kasus 44: Gigi 47 Karies Site 1

Assallamualaikum Wr Wb….

Selamat paagiiiii…….

Alhamdulillah bisa posting kasus baru lagi pertama di 2017..!!

Di tahun yang baru ini semoga kita semua tetap sehat, makin lancar rejekinya dan terlaksana semuanya yang direncanakan.. amiiin ya robbal alamin..

Bagaimana kabarnya semua? Sudah lama banget nih saya gak posting karena pas akhir tahun fokusnya ke liburan hehehehe….

Ok untuk membuka postingan di tahun 2017 ini saya coba kasus restorasi ya.. πŸ™‚

O iya sebelumnya saya mau cerita kegiatan seminar pas bulan Desember 2016… Seminar terakhir di 2016 ini sangat spesial karena saya bisa tampil bareng saudara seperjuangan hehehe… yup founder Run ForwaRd tampil bareng di Bogor Dentistry IX, alhamdulillah semuanya lancar dan hands on nya pun sold out !!! Selain itu senang juga bisa tampil bareng dengan pembicara lain yang hebat juga, ada drg. Arfan Badeges, Sp.BM dan drg. Andy Wirahadikusumah, Sp.Prosto.. nah kalo yang terakhir ini pasti sering liat di acara Dr. Oz Trans TV kan :P..

Dari ki-ka : saya, drg.Rio, drg.Furqan, drg.Arfan, drg.Andy

Sesi hands on dengan topik bleaching

Swafoto bersama peserta hands on

Terima kasih kepada PDGI Bogor dan panitia Bogor Dentistry IX atas kesempatan yang diberikan… Terima kasih untuk sponsor, dan juga para peserta yang super ajiiibjebreet πŸ˜€

Sebelum masuk ke kasus seperti biasa saya ingin mengucapkan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan banyak keindahan dalam hidup saya.. Terima kasih kepada orang tua saya yang telah membesarkan dan mendidik dengan penuh kasih sayang… Kepada istri dan anak-anak saya yang telah mendampingi dan memberikan support… Kemudian juga buat para staf pengajar di almamater saya yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat..

This is the story…….

Pasien awalnya datang ingin membersihkan karang gigi, dan tidak ada keluhan lain pada giginya… Setelah saya cek ternyata terdapat karies di gigi 47 nya, kemudian saya tampilkan di layar tv agar pasien bisa melihat keadaan giginya… Nah bener saja, pasien kaget melihat giginya ada yang bolong, karena selama ini tidak ada rasa ngilu…

Begini keadaan giginya..

Karies terlihat di tengah gigi 47

Setelah dijelaskan bahwa walaupun dari luar terlihat tidak luas lubangnya tetapi bisa saja di dalamnya berbeda… Pasien setuju untuk dilakukan penambalan…

Isolasi dilakukan pada gigi itu menggunakan rubber dam..

Pemasangan rubber dam

Jaringan karies dibuang menggunakan bur carbide low speed, sampai terlihat jaringan yang sehat..

Gigi 47 setelah dipreparasi

Nah setelah dipreparasi gigi sekarang siap untuk direstorasi… Pertama-tama dilakukan etsa, tehnik yang saya pakai adalah selective etch yaitu hanya mengetsa pada bagian email saja, hal ini salah satunya adalah untuk menghindari terjadinya post restorative sensitivity… dibilas dengan air, keringkan, kemudian diaplikasikan bonding generasi ke 7 pada email dan dentin, diulas merata keseluruh permukan kavitas kurang lebih selama 20 detik, dan disinar…

Proses selective etch

Setelah itu untuk lapisan awal saya menggunakan komposit flow tipis untuk mengakomodir shrinkage stress yang terjadi akibat C-Factor yang besar pada kavitas site 1 ( kelas I)… Dilanjutkan dengan komposit pasta, untuk lapisan bawah menggunakan komposit Z350 XT (3M) warna A3 Body selanjutnya memakai Z 350 XT (3M) warna A2 Body untuk luarnya…

Pengecekan oklusi dilakukan dan kelebihan bahan tambal saya buang menggunakan bur super fine (strip kuning) dan dilakukan pemolesan menggunakan Diacomp Eve Twist.. Pada restorasi ini saya tidak memakai staining atau color modifier….

This is the final result..

Gigi 47 selesai direstorasi

Pasien ketika ditunjukan hasilnya sangat puas… alhamdulillah…

Semua kasus bila dilakukan dengan komunikasi dan prosedur yang baik maka akan membuat pasien puas apapun hasilnya.. Karena dalam dunia medis kita tidak menjajikan hasil tapi menjanjikan proses ya kan πŸ™‚

Sampai disini cerita kasus untuk hari ini…. Mudah2an terus bisa update… Buat para pembaca yang baru pertama kali mampir di website saya silahkan lihat2 juga kasus2 sebelumnya yang ajiiibjebreeet juga πŸ™‚

Dan…. Tahun 2017 ini ada perubahan jadwal praktek saya, bisa dilihat di bawah ini….

 

atau bisa dilihat langsung klik disini.

Teman2 yang belum bergabung di Run ForwaRd ayo lekas bergabung… Sudah ada 3150 an member lho πŸ™‚ silahkan langsungΒ  klik link berikut

Add Facebook saya dan follow instagram saya juga untuk update kasus2 baru πŸ˜‰

Sampai ketemu di kasus berikutnya ya…

Wassallamualaikum Wr Wb….

 

Posted in Uncategorized | 2 Comments

Kasus 43: Lesi Servikal Non Karies

Assallamualaikum Wr Wb….

Selamat paagiiiii…….

Kita ketemu lagiiii……

Wah udah lama banget ya… 2 bulan ya? Lagi banyak jalan2 soalnya hehehe jadi blom sempat posting kasus πŸ˜€

Ok tapi jalan2nya gak usah ditulis disini ya nanti kepanjangan, nah selain jalan2 saya juga sempat mengisi beberapa seminar..

Ini sekilas cerita seminar kemarin…

Tanggal 30 September 2016 saya diminta mengisi Main Lecture di acara FOKUS Trisakti, wah disini perasaan saya campur aduk antara bangga, terharu, senang karena bisa kembali ke kampus yang pernah mendidik saya menjadi dokter gigi dan di auditorium itu juga saya disumpah sebagai dokter gigi

Lumayan deg2 an karena yang nonton banyak hehehe

Trus di tanggal 9 Oktober 2016 saya diundang PDGI Jakarta Timur untuk mengisi di acara East Jakarta Dentistry…

Foto bersama para peserta hands on…

Lanjut di tanggal 4 November 2016 diminta oleh LADOKGI TNI AL untuk menjadi salah satu pembicara di acara PITA LADOKGI… Seru juga karena ini pertama kalinya saya diundang di instansi militer…

Terima kasih buat mbak Trisna (ketiga dari kiri) yang sudah mengajak saya tampil di acara ini…

…dan tanggal 6 November 2016 ikutan juga ambil bagian di acara PDGI Jakarta Selatan

Sesi diskusi setelah hands on…

Alhamdulillah saya bisa bersilaturahmi dengan banyak dokter gigi hebat di setiap seminar yang saya hadiri… Terima kasih juga buat PDGI yang sudah mengajak saya tampil, terima kasih juga untuk para sponsor dan tentunya para peserta yang sudah hadir… Semuanya hebaaaat… Ajiiibjebreeet…. πŸ™‚

Sebelum masuk ke kasus seperti biasa saya ingin mengucapkan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan banyak keindahan dalam hidup saya.. Terima kasih kepada orang tua saya yang telah membesarkan dan mendidik dengan penuh kasih sayang… Kepada istri dan anak-anak saya yang telah mendampingi dan memberikan support… Kemudian juga buat para staf pengajar di almamater saya yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat..

Ok… Lets get started….

Awalnya saya sempat bingung nih mau masukin kasus apa ya… Bukan karena kebanyakan stok dokumentasi tapi justru karena udah kurang variasi stok nya hehehehe πŸ˜€

Mulai jarang dokumentasi karena fokus ke pengerjaan kasus dan efisiensi waktu… Maklum semua dikerjakan sendiri… 😦

Tapi saya cek kayaknya baru satu kali saya posting mengenai lesi non karies di servikal, jadilah hari ini saya posting kasus itu…

Pasien awalnya datang ingin memeriksakan gigi yang sering terasa ngilu, tetapi dia merasa tidak ada lubang pada giginya… Setelah dilakukan anamnesa saya lakukan pemeriksaan klinis… dan ini yang saya temukan…

Foto klinis gigi 23 24 25 26 saat awal datang

Ternyata di gigi 23 24 25 26 terdapat lesi servikal non karies, dan tentunya hal ini yang membuat pasien sering merasa ngilu.. Setelah saya jelaskan ke pasien mengenai keadaan giginya, juga saya jelaskan rencana perawatannya… Pasien setuju untuk ditambal…

Pada kasus seperti ini saya menemui kesulitan dalam mengisolasi daerah kerja menggunakan rubber dam, memang di internet banyak cara yang mencontohkan tetapi butuh modifikasi dari clampnya… Jadi untuk kasus ini saya tidak memakai rubber dam untuk isolasi, mungkin nanti teman2 pembaca yang punya cara isolasi untuk kasus ini sharing ke saya ya.. biar saya bisa belajar juga..

Akhirnya saya memilih hanya menggunakan retraction cord ditambah dengan larutan hemostatik, ukuran cord yang saya pakai 000 dengan larutan ferric sulfate 20%.. Kemudian tepi kavitas saya bevel untuk mendapatkan peralihan warna yang baik antara gigi dan bahan tambal… Sebelum itu gigi saya anastesi terlebih dahulu agar pasien nyaman melalui seluruh tahap rencana perawatan…

Untuk tehnik pengetsaan saya memakai tehnik selective etch yaitu hanya mengetsa email yang ada disekeliling kavitas saja. Untuk bonding memakai generasi ke 7 Single Bond Universal (3M)…

Setelah dilakukan pre-treatment dan siap direstorasi

Untuk lapisan awal saya aplikasikan komposit flow secara tipis untuk mengakomodir shrinkage stress yang terjadi, setelah itu lanjut menggunakan komposit pasta menggunakan Z 350 XT (3M)…

Untuk konturing digunakan bur carbide 20 fluted, pemolesan menggunakan Soflex Disc (3M) dilanjutkan dengan Felt buff ditambah pasta Alumunium oxide…

Ini dia hasil akhirnya…

Hasil akhir setelah restorasi…

Pasien sangat puas dengan hasilnya.. dan setelah kontrol 1 minggu kemudian pasien menyampaikan sudah tidak ada lagi keluhan seperti sebelumnya… Alhamdulillaaaah….

Untuk penambalan kelas berapapun tetap usahakan untuk melakukan isolasi maksimal, paling baik memakai rubber dam…

Oo iya ada yang lupa… tanggal 16 November 2016 saya juga mengikuti acara Dental Insight dan bertemu dengan para endodontist hebat, senang bisa foto dalam satu frame… ajiibjebreeet…. Foto by drg. Arifo, Sp.Perio…

img_2840

Sampai disini cerita kasus untuk hari ini…. Mudah2an terus bisa update… Buat para pembaca yang baru pertama kali mampir di website saya silahkan lihat2 juga kasus2 sebelumnya yang ajiiibjebreeet juga πŸ™‚

Bagi yang ingin mengetahui jadwal praktek saya bisa dilihat dibawah ini…

atau bisa dilihat langsung klik disini.

Teman2 yang belum bergabung di Run ForwaRd ayo lekas bergabung… Sudah ada 3059 an member lho πŸ™‚ silahkan langsungΒ  klik link berikut

Add Facebook saya dan follow instagram saya juga untuk update kasus2 baru πŸ˜‰

Sampai ketemu di kasus berikutnya ya…

Wassallamualaikum Wr Wb….

 

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , | 6 Comments

Kasus 42: Gigi 15 PSA + Direct Restoration

Assallamualaikum Wr Wb….

Selamat Pagiiiii…….

Kita ketemu lagiiii……

Alhamdulillah senang hari ini bisa posting kasus baru lagi, dan semoga semua yang mampir ke website hari ini dalam keadaan sehat dan senang semuanya…. πŸ™‚

Saya juga lagi bergembira nih karena istri saya sudah diwisuda dan resmi menjadi spesialis prosto… Alhamdulillaaah… Selamat ya manda, semoga ilmunya bisa bermanfaat buat orang banyak.. mmmppuach… (pake kecup imut hahahah)

Saya ucapkan selamat buat para sejawat yang diwisuda juga pada tanggal 27 Agustus tersebut, semoga ilmunya bermanfaat ya… Kalian hebaaaat…..

Family picture… heheh walaupun panas2 tetap senyum…

Beberapa hari sebelumnya saya diberi kesempatan untuk tampil di seminar yang diadakan oleh PDGI Kota Bekasi… Acaranya berlangsung lancar, peserta hands on nya juga sangat antusias… Seru deh… Terima kasih untuk PDGI Kota Bekasi, panitia acara, sponsor Yotuel dan seluruh peserta…. Ajiiiibjebreet… πŸ˜€

Terima kasih untuk kesempatannya….

Nah bulan September ini saya diajak juga untuk tampil mengisi Main Lecture dan Hands On dalam acara FOKUS Trisakti yang akan diadakan tanggalΒ Β Β  30 September 2016 sampaiΒ  2 Oktober 2016… Yuk yang berminat ikutan langsung kontak nomer yang ada di flyer ini… Sampai ketemu disana yaaaa….

Nah ini deretan pembicara Main Lecture FOKUS Trisakti

Ini materi hands on yang akan saya bawakan

Oo iya dalam kesempatan ini saya juga mohon maaf buat PDGI kota2 lain yang juga mengundang saya untuk berbagi di seminarnya tetapi belum bisa saya penuhi karena keterbatasan dan jadwal yang belum memungkinkan.. Mudah2an ada kesempatan lagi di lain waktu ya… πŸ™‚ Terima kasih banyak sudah diundang…..

Seperti biasa saya ingin mengucapkan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan banyak keindahan dalam hidup saya.. Terima kasih kepada orang tua saya yang telah membesarkan dan mendidik dengan penuh kasih sayang… Kepada istri dan anak-anak saya yang telah mendampingi dan memberikan support… Kemudian juga buat para staf pengajar di almamater saya yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat..

Ok sekarang langsung ke kasus hari ini….

Kasus hari ini tentang pasien yang mengeluhkan gigi kanan atasnya sering nyeri bila kemasukan makanan, dan bila sudah kemasukan akan susah untuk dikeluarkan walaupun sudah dikumur dengan kencang… Sebenarnya pasien sudah pergi ke dokter gigi tetapi disarankan untuk menemui spesialis konservasi…

Setelah melakukan anamnesa yang diperlukan saya lakukan pemeriksaan klinis, terlihat gigi 15 karies di bagian distal dan memang kavitasnya agak besar di bagian dalam sehingga kalau kemasukan makanan akan sulit keluar..

Ini kondisi awal gigi 15…

Foto klinis awal

Kemudian diambil juga foto ronsen dari gigi itu, ini hasilnya..

Foto radiografis awal

Dari ronsen terlihat memang kavitas meluas sampai di bawah permukaan oklusal dan mengenai pulpa, tidak terlihat kelainan di periapeks.

Setelah dijelaskan mengenai kondisi giginya dan juga rencana perawatan yang akan dilakukan dilakukan anestesi lokal pada gigi tersebut, dan dilanjutkan opening pada bagian oklusal

Foto klinis setelah pembuangan bagian oklusal

Terlihat karies sudah mengenai pulpa sesuai dengan foto ronsen dan gingiva sebelah distal terlihat sedikit menutupi tepi gigi, maka saya lakukan pemotongan gingiva dengan cauterΒ  untuk mempermudah dalam pembuatan dinding distal (artificial wall)

Ini keadaan setelah pemotongan gingiva..

Foto klinis setelah pemotongan gingiva

Pembuatan artificial wall menggunakan resin komposit dibantu dengan matriks greatercurve

Foto klinis pemasangan matriks

Setelah artificial wall selesai, rubber dam dipasang dan siap untuk perawatan saluran akar.. Kavitas dipenuhi dengan NaOCl 5,25% lalu penjajakan dimulai dengan K-File no.8, no.10 setelah itu dengan Pro Glider (Dentsply).. Ditemukan dua saluran yaitu bukal dan palatal, pengukuran panjang kerja memakai apex locator Root ZX mini (Morita)….

Preparasi saluran akar menggunakan endomotor cordless Im2c (Denjoy) dan file Protaper Next sampai ukuran X2, setiap 3x stroke dilakukan irigasi NaOCl 5,25% dan rekapitulasi dengan file no.10 sampai akhirnya mencapai panjang kerja.. Larutan irigasi juga diaktivasi secara ultrasonik menggunakan irrisafe (Satelec)

Ini keadaan setelah preparasi selesai

Foto klinis penampakan saluran bukal dan palatal setelah preparasi

Saluran akar dikeringkan dan diberi kapas lalu tambal sementara.. Sebenarnya untuk kasus ini bisa dilakukan dalam satu kali kunjungan (one visit), tetapi karena keterbatasan waktu dari pasien maka untuk kunjungan pertama diselesaikan sampai disini dan pasien pulang…

Kunjungan kedua….

Tidak ada keluhan dari pasien, setelah dibuka tambalan sementaranya juga saluran akar terlihat kering dan siap dilakukan pengisian..

Rubber dam dipasang, irigasi kembali dilakukan dengan NaOCl 5,25% setelah itu dikeringkan.. Pengisian menggunakan siler AH Plus (Dentsply) dan tehnik Warm Vertical Condensation menggunakan alat Element Obturation (Sybronendo)…

Foto klinis setelah pengisian

Basis menggunakan low shrinkage stress komposit atau istilah lainnya bulk fill menggunakan Fitek Bulk Fill (3M) kemudian untuk lapisan permukaannya menggunakan Β  Z 350 XT (3M)… Setelah itu pengecekan oklusi dilakukan, kelebihan restorasi diambil menggunakan bur diamond fine, dilanjutkan pemolesan menggunakan brush disertai pasta alumunium oxide…

Ini dia hasil akhirnya…

Foto klinis akhir

dan ini foto ronsennya…

Foto radiografis akhir perawatan

Alhamdulillah… Tidak ada masalah selama melakukan prosedur perawatan.

Pada kasus ini pemilihan restorasi direk dengan resin komposit bisa menjadi alternatif restorasi pasca endo, sesuai dengan teori yang ada dalam buku “Pathway of The Pulp 11th edition” bab 22, tetapi perlu perhatian pada seleksi kasus, pemilihan komposit, tehnik dan prosedur restorasi agar hasil maksimal.

Sampai disini cerita kasus untuk hari ini…. Mudah2an terus bisa update… Buat para pembaca yang baru pertama kali mampir di website saya silahkan lihat2 juga kasus2 sebelumnya yang ajiiibjebreeet juga πŸ™‚

Bagi yang ingin mengetahui jadwal praktek saya bisa dilihat dibawah ini…

atau bisa dilihat langsung klik disini.

Teman2 yang belum bergabung di Run ForwaRd ayo lekas bergabung… Sudah ada 2877 an member lho πŸ™‚ silahkan langsungΒ  klik link berikut

Add Facebook saya dan follow instagram saya juga untuk update kasus2 baru πŸ˜‰

Sampai ketemu di kasus berikutnya ya…

Wassallamualaikum Wr Wb….

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment